60
seconds
Disaat
semua hal terasa menghilang,
Namun
hanya dengan 60 detik kau bisa membuatku kembali padamu,
Karena
aku hanya butuh 60 detik untuk kisah ini.
Di
halaman sebuah sekolah terlihat dua orang remaja sedang bersenda
gurau. Saat ini sekolah sedang sepi karena memang jam pulang sekolah
sudah berlalu sejak 2 jam yang lalu, namun hal tersebut tak
mengurungkan niat kedua remaja ini untuk menghentikan kegiatannya.
Mereka malah terlihat semakin asyik dengan pembicaraan yang sedang
mereka bicarakan. Di saat yang sama muncullah sedan berwarna hitam
dari persimapangan di samping sekolah mereka.
Tiiinnn.....tiiiinnnn.....
Bunyi
klakson sedan tersebut menghentikan kegiatan dua remaja itu dan
membuat mereka menoleh kearah sedan tersebut. ”wah, sepertinya
jemputanmu sudah datang ris.” kata salah satu remaja yang bernama
Rino. ”iya nih, aku pulang dulu ya. Makasih udah mau nemenin sampai
jemputanku datang.” sahut remaja satunya yang kita ketahui bernama
Risa. ”Nyantai aja kali. Lain kali daripada nungguin jemputan
mending pulang bareng aku aja oke? Lagian rumah kita juga searah
kan?”. ”Okelah
lain kali aja ya No. Bye, ati-ati dijalan.”. ”Bye, kamu juga
ati-ati ya.”.
Begitulah
keseharian dua sahabat ini, Risa selalu menunggu jemputannya dengan
ditemani oleh Rino, sang sahabat. Entah mengapa mereka terlihat
seperti berpacaran, namun mereka selalu menyangkal pernyataan behwa
mereka adalah sepasang kekasih. Mungkin karena mereka sudah dekat
sejak SMP jadi mereka terlihat selalu bersama dan seperti seorang
kekasih. Walaupun mereka menyangkal pernyataan bahwa mereka sepasang
kekasih, namun tak bisa dipungkiri bahwa sebenarnya telah tumbuh
perasaan lain di antara mereka berdua hanya saja mereka malu untuk
sekedar mengakui hal tersebut.
26
Agustus 2007
Hari
ini adalah hari yang spesial untuk Risa karena ini adalah hari ulang
tahunnya yang ke 17 apalagi hari ini bertepatan dengan hari Sabtu dan
orang tuanyapun telah menyiapkan pesta untuk ulang tahunnya nanti
malam.
Sesaat
setelah dia datang di sekolahpun dia sudah diberondong dengan ucapan
selamat ulang tahun dari teman-temannya. Setelah menerima berbagai
ucpan maupun kado Risa merasa ada yang kurang, ada satu orang yang
belum mangucapkan selamat padanya yaitu Rino. Sesaat ia merasa
kecewa, mengapa orang yang ia anggap sebagai sahabat dan orang yang
bisa membuat jantungnya berdetak diatas normal itu malah lupa akan
ulang tahunnya. Namun di tengah kekecewaanya ia menemukan secarik
kertas di kolong mejanya. Dengan malas ia membolak-balikan kertas
tersebut hingga matanya menangkap tulisan nama yang manuruntya
familiar di atas kertas tersebut ”to : Risa, from : Rino.”.
Dengan penasaran ia menoleh kebangku belakang dan ia melihat Rino
yang tersenyum padanya seakan mengatakan padanya untuk segera membuka
kertas tersebut. Risa pun membalas senyum Rino kemudian kembali ke
posisi duduknya yang semula. Dengan senyum yang terkembang ia membuka
kertas tersebut.
Hei
Ris....... lagi nungguin ucapan selamat dari aku ya..... hehe. (ih
pede banget dia, batin Risa sambil tertawa)
Selamat
ulang tahun ya... maaf baru ngucapin. Abis dari dateng di skolah kamu
udah kaya gula yang dikerubutin semut sih.. jadi aku gak bisa
ngicapin lebih awal deh *pout*..
(oh
jadi karena ini kamu gak ngucapin selamat ke aku, hihi)
Oh
iya nanti pulang bareng yuk.. tapi aku mau ajak kamu ke suatu tempat
dulu gimana? Mau ya?!! Please......
Kalo
iya kamu noleh ke belakang terus kedipin mata kanan kamu.. oke....
Setelah
membaca surat tersebut Risa pun menoleh ke belakang. Ia
melihat Rino yang sedang melihat ke arahnya penuh harap. Mencoba
untuk menggoda Rino, Risa menggelengkan kepalanya. Melihat hal
tersebut Rino menghela napas putus asa. Namun tak beberapa lama Risa
mengedipkan mata sebelah kanannya, yang membuat Rino kembali
melihatnya dengan pandangan bertanya. Kemudian Rino bergumam ”Yang
mana yang benar?”. Rina pun membalas dengan bergumam pula ”Yang
kedua, hehehehe....”. Senyum pun kembali terpatri di wajah Rino
karena bayangan tentang apa yang akan dilakukannya nanti tergambar
jelas di fikirannya. Risa yang melihat Rino telah tersenyum pun ikut
tersenyum melambangkan betapa bahagianya hatinya melihat senyum Rino
yang kembali muncul dan membuat jantungnya semakin berpacu melebihi
batas normal.
#skip
time#
Teenggg.....teeengggg....tennngggg....
Tak
terasa bel penanda usainya kegiatan jam belajar pun berbunyi, semua
murid bersorak senang karena mereka bisa melepas lelah setelah sehari
penuh menerima pelajaran. Semua murid mulai berhamburan keluar kelas,
namun tidak dengan dua orang remaja yang akan pergi ke suatu tempat
tersebut. Mereka pun keluar dari kelas setelah keadaan sekolah
hampir sepi hanya ada beberapa siswa yang sedang melakukan kegiatan
ekskul maupun organisasi siswa yang lainnya. Mereka berjalan
beriringan melewati lorong sekolah disertai dengan canda tawa yang
keluar dari mulut keduanya.
Sesampainya
di tempat parkir hanya terlihat 3 buah motor dan 1 mobil yang masih
bertengger rapi di tempatnya. Rino berjalan menuju motornya diikuti
oleh Risa, yang hari ini tidak dijemput karena akan pergi bersama
Rino tentunya. Rino
menyodorkan sebuah helm untuk dipakai Risa. ”Sebenarnya kita mau
kemana sih? Kenapa harus pake rahasia-rahasiaan?...”, tanya Risa
tiba-tiba. ”udahlah kamu ikut aja, nanti kamu juga bakal tau kok.
Oke....”, balas Rino. Rino pun menghidupkan mesin motornya dan
menyuruh Risa untuk segera menaiki motornya. ”Pegangan yang erat
ya.. hehe..”, kata Rino. Entah mengapa mendengar kata dari Rino
tersebut, Risa merasa jantungnya kembali berpacu dan ia merasa darah
dari seluruh tubuhnya mengalir dan berhenti di wajahnya yang
mengakibatkan wajahnya menjadi terasa sangat panas sekarang. Dengan
perlahan ia pun melingkarkan kedua tangannya di pinggang Rino. Rino
semakin mengembangkan senyumannya saat merasakan tangan Risa sudah
melingakar di pinggangnya. Kemudian ia mulai melajukan motornya
membelah jalan raya.
Setelah
30 menit perjalanan sampailah mereka disebuah taman yang disebelah
taman tersebut terdapat sebuah danau yang airnya terlihat sangat
jernih hingga menimbulkan berkar-berkas cahaya seperti kristal yang
berkilauan saat sinar matahari langsung mengarah ke airnya. Risa
turun dari motor Rino dan terkagum melihat pemandangan yang tersaji
di hadapannya tersebut. ”Wah.. indah sekali, darimana kamu tahu
tempat ini No?” tanya Risa. ”Baguskan? Aku kesini dengan klub
pecinta alam bulan lalu, dan aku berniat untuk mengajakmu kesini di
saat hari spesial seperti ini. Bagaimana kamu senang?”. ”Wahhh...
lebih dari senang No. Ini
bagus banget. Ini hadiah terindah yang pernah aku dapat. Makasih ya
No. Kamu sahabat terbail yang pernah aku punya.”. kata-kata
tersebut membuat wajah Rino sedikit murung. Namun ia mencoba kembali
tersenyum dan melanjutkan rencananya untuk mengungkapkan perasaannya
tersebut.
Rino
mengeluarkan sebuah kotak beludru dari dalam kantong seragamnya
kemudian menggenggamnya erat dan bertekad untuk mengatakan hal yang
sejujurnya sekarang. ”Sa... sebenernya masih ada satu lagi hadiah
dariku, tapi aku ragu kamu mau menerimanya atau enggak..” katanya
dengan wajah yang dibuat sedih. ”Hei..hei..hei kenapa harus pake
masang wajah kaya gitu sih. Apapun hadiah darimu aku pasti terima
kok..” balas Risa sambil tersenyum. ”Tapi kamu kan cuman nganggap
aku sebagai sahabatmu sa, sedangkan hadiah ini bakal aku kasih kalo
kamu udah gak nganggap aku sebagai sahabatmu lagi.”. ”hah...
k-kamu ngomong apa sih No? Aku gak ngerti deh..”. ”Ya aku bakal
ngasih hadiah spesial ini kalo kamu udah gak nganggep aku sebagai
sahabatmu lagi tapiii....” tiba-tiba Rino terdiam sesaat dan Risa
merasakan ada banyak sekali jarum yang tak terlihat namun terasa
menusuk dan sangat sakit menuju hatinya karena perkataan Rino tadi.
Tak terasa sebulir air mata jatuh dari pelupuk mata Risa karena ia
merasa tak sanggup untuk berada jauh dari Rino. Menyadari hal
tersebut Rino segera membuka mulutnya untuk kembali melanjutkan
kalimatnya, ”aku pengen kamu ngelupain aku sebagai sahabatmu dan
mulai membangun ingatan baru dengan aku sebagai orang spesial di hati
kamu.”. Risa kaget dan terdiam. jarum transparan yang tadi menusuk
hatinya sekarang telah berubah menjadi kembang api yang meledak-ledak
membuat jantungnya berpacu semakin cepat dan menjatuhkan
berbulir-bulir kristal bening dari pelupuk matanya, entah kenapa ia
merasa sangat senang sampai tak bisa berkata apapun selain meneteskan
airmata bahagia tersebut sebagai tanda bahwa ia merasa menjadi wanita
paling bahagia sekarang. Melihat Risa yang semakin menangis tersedu,
Rino pun menarik Risa ke dalam pelukannya dan berharap tangisannya
segera reda dan ia akan segera menjawab pernyataan Rino.
”Bagaimana?
Apa kamu mau melupakan aku sebagai sahabatmu dan memulai hal baru
dengan aku sebagai kekasihmu?” tanya Rino. Risa mengangguk samar
dalam pelukan Rino. Rino yang menyadari hal tersebut semakin
mengeratkan pelukannya pada Risa dan berkali-kali mengucapkan terima
kasih kepada Risa. Rino semakin mengeratkan pelukannya sedangkan Risa
tidak berani mengangkat wajahnya yang ia yakini sekarang sudah mirip
dengan kepiting rebus yang siap dihidangkan tersebut. Rino membawa
gadis yang kini telah resmi menjadi kekasihnya tersebut untuk duduk
dibawah pohon yang lumayan rindang di pinggir danau. Risa yang masih
berusaha untuk menyembunyikan wajahnya yang masih memerah. ”hei..
kenapa
harus ditutupi? Kamu semakin terlihat manis kalau sedang malu.”
Rino mencoba mengangkat dagu Risa agar menghadapnya namun Risa tetap
bersikeras untuk menyembunyikan wajahnya yang sedang memerah
tersebut.
Selang
beberapa menit Risa pun berani mengangkat wajahnya dan menatap kedua
manik mata Rino. ”Jadi mana hadiahku?” tanya Risa. ”Oh iya ini
hadiahmu tuan putri.” kata Rino sembari menyerahkan kotak beludru
kepada Risa. ”Ayo bukalah dan lihat isinya baik-baik.” lanjut
Rino. Risa membuka kotak tersebut dan sedetik kemudian ia tersenyum
beserta keluarnya kristal bening tanda kebahagiaan dari kedua manik
matanya. Ia merasa sangat bahagia skarang. Kemudian ia kembali memluk
Rino yang dibalas dengan pelukan yang erat namun sarat akan kasih
sayang oleh Rino.
Tak
terasa jam sudah menunjukkan puluk 4 sore. ”hei bagaimana kalau
kita pulang, bukankah nanti malam adalah pesta ulang tahunmu sayang?”
kata Rino. ”oh iya sampai lupa, ayo kita pulang. Nanti kau pasti
akan datang kan?” balas Risa. ”Tentu saja aku akan datang.
Bagaimana bisa aku melewatkan hari bahagia bagimu my baby.” kalimat
yang terlontar dari Rino tersebut membuat pipi Risa kembali memerah.
”Sudahlah ayo kita pulang agar kau bisa bersiap-siap untuk nanti
malam. Oh iya ini satu liontin untukmu dan yang satunya lagi
untukku.” lanjut Rino sambil menyerahkan satu liontin angsa
tersebut. ”pakailah nanti saat pesta berlangsung. Akupun akan
memakai punyaku. Agar semua orang tahu kalau kau milikku dan angsa
ini akan menjaga dan melambangkan inta kita berdua.” lanjut Rino
lagi. Dan merekapaun meninggalkan tempat yang telah mempersatukan
mereka untuk segera bersiap-siap untuk pesta ulang tahunRisa nanti
malam.
#SKIP
TIME#
Malamnya
Rumah Risa telah dipenuhi oleh tamu undangan yang kebanyakkan adalah
teman-teman sekolah Risa. Risa sangat gelisah karena orang yang ia
tunggu belum juga datang. Ia hanya meberikan senyum singkat pada
teman-teman yang menyapanya selebihnya ia hanya mondar-mandir menanti
kehadiran Rino, sang kekasih sambil menggenggam liontin angsa yang
sekarang telah melingkar dengan indahnya di leher jenjang Risa.
Ia
segera melihat kearah pintu masuk saat dirasanya ada seseorang yang
datang dari arah pintu tersebut. Senyum yang tadi menghilang kini
telah kembali menghiasi wajah cantiknya yang kini dibaluti dengan
makeup natural yang lebih menampilkan kesan manisnya saat melihat
orang yang telah ditunggunya sejak tadi telah datang dengan membawa
sebuket bunga dengan mengenakan stelan jas yang sangat cocok di
tubuhnya dan memberikan kesan tampan dan dewasa melekat padanya. Ia
merentangkan kedua tangannya seakan menyambut gadisnya itu untuk
menuju ke pelukannya. Tanpa pikir panjang Risa berlari menuju Rino
dan langsung menghambur ke pelukannya. Semua tamu yang melihat hal
tersebut smpat shock namun sedetik kemudian merekan senyum yang
menandakan bahwa mereka ikut merasakan bahagia.
”hei...
apa sebegitu rindunya kau padaku sampai-sampai tak mau lepas dari
pelukanku? Apakah kau akan lepas saat tamu-tamu ini sudah pulang
heumm?” Bisik Rino pada telinga Risa. Risa yang mendengar hal itu
langsung melepaska pelukannya pada Rino dab tersenyum canggung
melihat semua perhatian tamu terpusat kepada mereka berdua.
”hehehe...” ia hanya bisa tersenyum canggung menyadari hal
tersebut kemudian menarik tangan Rino agar mengikutinya ke arah kue
ulang tahun dan bersiap untuk membuka acaranya malam ini.
Malam
pun semakin larut dan para tamu pun satu persatu mulai meninggalkan
rumah Risa untuk pulang ke rumah masing-masing. Pesta hari ini
berjalan lancar. Selain untuk memperingati hari unlang tahunnya pesta
ini pun dilakukan untuk peresmian ia sebagai kekasih dari sahabat
kecilnya yaitu Rino. Terlihat rumah Risa mulai sepi karena tamu sudah
pulang semua dan hanya menyisakan dua orang remaja yang duduk
berdampingan di bangku taman dengan kepala menengadah ke langit
seakan bintang malam ini terlihat sangat indah di mata mereka.
”hei
kamu bisa lihat bintang yang bersinar terang disana?” tanya Rino
tiba-tiba. ”iya memangnya kenapa dengan bintang itu?” kata Risa
balik bertanya kepada Rino. ”bintang itu sangat kuat sampai bisa
memancarkan cahaya seterang itu dan aku berharap cinta kita seterang
sinar bintang itu.”. ”mangapa begitu?” tanya Risa lagi. ”ya
karena jika cinta kita seterang sinar bintang itu berarti cinta kita
sangatlah kuat dan mungkin saja lebih kuat ya kan?”. ”iya.”
kata Rosa sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Rino. Mereka
kembali terdiam menatap langit. Tanpa mereka sadari kalung yang
mereka pakai bersinar seakan-akan semakin mempersatukan cinta mereka
berdua...
to
Be continued......
PREVIEW
CHAPTER DEPAN (END)
”kenapa
harus begitu? Apa kau rela meninggalkanku disini?”
”maaf
tapi aku janji aakan secepatnya kembali kepadamu, tolong percayalah
padaku.”
”baiklah
cepatlah kembali dan bawa liontin ini sebagai penjagamu disana.”
”maaf
tuan aku tidak pernah mengenalmu sebelumnya..”
”secepat
itukah kau melupakanku dan cinta kita?”
hah
akhirnya chap 1 selesai... chap 2 ato terakhir lagi progress nih
do'ain aja semoga bisa cepet update ya... jgan lupa Like n comment
oke ^_^
No comments:
Post a Comment