Saturday, February 9, 2013

60 seconds part 1

60 seconds

Disaat semua hal terasa menghilang,
Namun hanya dengan 60 detik kau bisa membuatku kembali padamu,
Karena aku hanya butuh 60 detik untuk kisah ini.


Di halaman sebuah sekolah terlihat dua orang remaja sedang bersenda gurau. Saat ini sekolah sedang sepi karena memang jam pulang sekolah sudah berlalu sejak 2 jam yang lalu, namun hal tersebut tak mengurungkan niat kedua remaja ini untuk menghentikan kegiatannya. Mereka malah terlihat semakin asyik dengan pembicaraan yang sedang mereka bicarakan. Di saat yang sama muncullah sedan berwarna hitam dari persimapangan di samping sekolah mereka.
Tiiinnn.....tiiiinnnn.....
Bunyi klakson sedan tersebut menghentikan kegiatan dua remaja itu dan membuat mereka menoleh kearah sedan tersebut. ”wah, sepertinya jemputanmu sudah datang ris.” kata salah satu remaja yang bernama Rino. ”iya nih, aku pulang dulu ya. Makasih udah mau nemenin sampai jemputanku datang.” sahut remaja satunya yang kita ketahui bernama Risa. ”Nyantai aja kali. Lain kali daripada nungguin jemputan mending pulang bareng aku aja oke? Lagian rumah kita juga searah kan?”. ”Okelah lain kali aja ya No. Bye, ati-ati dijalan.”. ”Bye, kamu juga ati-ati ya.”.
Begitulah keseharian dua sahabat ini, Risa selalu menunggu jemputannya dengan ditemani oleh Rino, sang sahabat. Entah mengapa mereka terlihat seperti berpacaran, namun mereka selalu menyangkal pernyataan behwa mereka adalah sepasang kekasih. Mungkin karena mereka sudah dekat sejak SMP jadi mereka terlihat selalu bersama dan seperti seorang kekasih. Walaupun mereka menyangkal pernyataan bahwa mereka sepasang kekasih, namun tak bisa dipungkiri bahwa sebenarnya telah tumbuh perasaan lain di antara mereka berdua hanya saja mereka malu untuk sekedar mengakui hal tersebut.


26 Agustus 2007
Hari ini adalah hari yang spesial untuk Risa karena ini adalah hari ulang tahunnya yang ke 17 apalagi hari ini bertepatan dengan hari Sabtu dan orang tuanyapun telah menyiapkan pesta untuk ulang tahunnya nanti malam.
Sesaat setelah dia datang di sekolahpun dia sudah diberondong dengan ucapan selamat ulang tahun dari teman-temannya. Setelah menerima berbagai ucpan maupun kado Risa merasa ada yang kurang, ada satu orang yang belum mangucapkan selamat padanya yaitu Rino. Sesaat ia merasa kecewa, mengapa orang yang ia anggap sebagai sahabat dan orang yang bisa membuat jantungnya berdetak diatas normal itu malah lupa akan ulang tahunnya. Namun di tengah kekecewaanya ia menemukan secarik kertas di kolong mejanya. Dengan malas ia membolak-balikan kertas tersebut hingga matanya menangkap tulisan nama yang manuruntya familiar di atas kertas tersebut ”to : Risa, from : Rino.”. Dengan penasaran ia menoleh kebangku belakang dan ia melihat Rino yang tersenyum padanya seakan mengatakan padanya untuk segera membuka kertas tersebut. Risa pun membalas senyum Rino kemudian kembali ke posisi duduknya yang semula. Dengan senyum yang terkembang ia membuka kertas tersebut.

Hei Ris....... lagi nungguin ucapan selamat dari aku ya..... hehe. (ih pede banget dia, batin Risa sambil tertawa)
Selamat ulang tahun ya... maaf baru ngucapin. Abis dari dateng di skolah kamu udah kaya gula yang dikerubutin semut sih.. jadi aku gak bisa ngicapin lebih awal deh *pout*..
(oh jadi karena ini kamu gak ngucapin selamat ke aku, hihi)
Oh iya nanti pulang bareng yuk.. tapi aku mau ajak kamu ke suatu tempat dulu gimana? Mau ya?!! Please......
Kalo iya kamu noleh ke belakang terus kedipin mata kanan kamu.. oke....

Setelah membaca surat tersebut Risa pun menoleh ke belakang. Ia melihat Rino yang sedang melihat ke arahnya penuh harap. Mencoba untuk menggoda Rino, Risa menggelengkan kepalanya. Melihat hal tersebut Rino menghela napas putus asa. Namun tak beberapa lama Risa mengedipkan mata sebelah kanannya, yang membuat Rino kembali melihatnya dengan pandangan bertanya. Kemudian Rino bergumam ”Yang mana yang benar?”. Rina pun membalas dengan bergumam pula ”Yang kedua, hehehehe....”. Senyum pun kembali terpatri di wajah Rino karena bayangan tentang apa yang akan dilakukannya nanti tergambar jelas di fikirannya. Risa yang melihat Rino telah tersenyum pun ikut tersenyum melambangkan betapa bahagianya hatinya melihat senyum Rino yang kembali muncul dan membuat jantungnya semakin berpacu melebihi batas normal.

#skip time#
Teenggg.....teeengggg....tennngggg....
Tak terasa bel penanda usainya kegiatan jam belajar pun berbunyi, semua murid bersorak senang karena mereka bisa melepas lelah setelah sehari penuh menerima pelajaran. Semua murid mulai berhamburan keluar kelas, namun tidak dengan dua orang remaja yang akan pergi ke suatu tempat tersebut. Mereka pun keluar dari kelas setelah keadaan sekolah hampir sepi hanya ada beberapa siswa yang sedang melakukan kegiatan ekskul maupun organisasi siswa yang lainnya. Mereka berjalan beriringan melewati lorong sekolah disertai dengan canda tawa yang keluar dari mulut keduanya.
Sesampainya di tempat parkir hanya terlihat 3 buah motor dan 1 mobil yang masih bertengger rapi di tempatnya. Rino berjalan menuju motornya diikuti oleh Risa, yang hari ini tidak dijemput karena akan pergi bersama Rino tentunya. Rino menyodorkan sebuah helm untuk dipakai Risa. ”Sebenarnya kita mau kemana sih? Kenapa harus pake rahasia-rahasiaan?...”, tanya Risa tiba-tiba. ”udahlah kamu ikut aja, nanti kamu juga bakal tau kok. Oke....”, balas Rino. Rino pun menghidupkan mesin motornya dan menyuruh Risa untuk segera menaiki motornya. ”Pegangan yang erat ya.. hehe..”, kata Rino. Entah mengapa mendengar kata dari Rino tersebut, Risa merasa jantungnya kembali berpacu dan ia merasa darah dari seluruh tubuhnya mengalir dan berhenti di wajahnya yang mengakibatkan wajahnya menjadi terasa sangat panas sekarang. Dengan perlahan ia pun melingkarkan kedua tangannya di pinggang Rino. Rino semakin mengembangkan senyumannya saat merasakan tangan Risa sudah melingakar di pinggangnya. Kemudian ia mulai melajukan motornya membelah jalan raya.
Setelah 30 menit perjalanan sampailah mereka disebuah taman yang disebelah taman tersebut terdapat sebuah danau yang airnya terlihat sangat jernih hingga menimbulkan berkar-berkas cahaya seperti kristal yang berkilauan saat sinar matahari langsung mengarah ke airnya. Risa turun dari motor Rino dan terkagum melihat pemandangan yang tersaji di hadapannya tersebut. ”Wah.. indah sekali, darimana kamu tahu tempat ini No?” tanya Risa. ”Baguskan? Aku kesini dengan klub pecinta alam bulan lalu, dan aku berniat untuk mengajakmu kesini di saat hari spesial seperti ini. Bagaimana kamu senang?”. ”Wahhh... lebih dari senang No. Ini bagus banget. Ini hadiah terindah yang pernah aku dapat. Makasih ya No. Kamu sahabat terbail yang pernah aku punya.”. kata-kata tersebut membuat wajah Rino sedikit murung. Namun ia mencoba kembali tersenyum dan melanjutkan rencananya untuk mengungkapkan perasaannya tersebut.
Rino mengeluarkan sebuah kotak beludru dari dalam kantong seragamnya kemudian menggenggamnya erat dan bertekad untuk mengatakan hal yang sejujurnya sekarang. ”Sa... sebenernya masih ada satu lagi hadiah dariku, tapi aku ragu kamu mau menerimanya atau enggak..” katanya dengan wajah yang dibuat sedih. ”Hei..hei..hei kenapa harus pake masang wajah kaya gitu sih. Apapun hadiah darimu aku pasti terima kok..” balas Risa sambil tersenyum. ”Tapi kamu kan cuman nganggap aku sebagai sahabatmu sa, sedangkan hadiah ini bakal aku kasih kalo kamu udah gak nganggap aku sebagai sahabatmu lagi.”. ”hah... k-kamu ngomong apa sih No? Aku gak ngerti deh..”. ”Ya aku bakal ngasih hadiah spesial ini kalo kamu udah gak nganggep aku sebagai sahabatmu lagi tapiii....” tiba-tiba Rino terdiam sesaat dan Risa merasakan ada banyak sekali jarum yang tak terlihat namun terasa menusuk dan sangat sakit menuju hatinya karena perkataan Rino tadi. Tak terasa sebulir air mata jatuh dari pelupuk mata Risa karena ia merasa tak sanggup untuk berada jauh dari Rino. Menyadari hal tersebut Rino segera membuka mulutnya untuk kembali melanjutkan kalimatnya, ”aku pengen kamu ngelupain aku sebagai sahabatmu dan mulai membangun ingatan baru dengan aku sebagai orang spesial di hati kamu.”. Risa kaget dan terdiam. jarum transparan yang tadi menusuk hatinya sekarang telah berubah menjadi kembang api yang meledak-ledak membuat jantungnya berpacu semakin cepat dan menjatuhkan berbulir-bulir kristal bening dari pelupuk matanya, entah kenapa ia merasa sangat senang sampai tak bisa berkata apapun selain meneteskan airmata bahagia tersebut sebagai tanda bahwa ia merasa menjadi wanita paling bahagia sekarang. Melihat Risa yang semakin menangis tersedu, Rino pun menarik Risa ke dalam pelukannya dan berharap tangisannya segera reda dan ia akan segera menjawab pernyataan Rino.
Bagaimana? Apa kamu mau melupakan aku sebagai sahabatmu dan memulai hal baru dengan aku sebagai kekasihmu?” tanya Rino. Risa mengangguk samar dalam pelukan Rino. Rino yang menyadari hal tersebut semakin mengeratkan pelukannya pada Risa dan berkali-kali mengucapkan terima kasih kepada Risa. Rino semakin mengeratkan pelukannya sedangkan Risa tidak berani mengangkat wajahnya yang ia yakini sekarang sudah mirip dengan kepiting rebus yang siap dihidangkan tersebut. Rino membawa gadis yang kini telah resmi menjadi kekasihnya tersebut untuk duduk dibawah pohon yang lumayan rindang di pinggir danau. Risa yang masih berusaha untuk menyembunyikan wajahnya yang masih memerah. ”hei.. kenapa harus ditutupi? Kamu semakin terlihat manis kalau sedang malu.” Rino mencoba mengangkat dagu Risa agar menghadapnya namun Risa tetap bersikeras untuk menyembunyikan wajahnya yang sedang memerah tersebut.
Selang beberapa menit Risa pun berani mengangkat wajahnya dan menatap kedua manik mata Rino. ”Jadi mana hadiahku?” tanya Risa. ”Oh iya ini hadiahmu tuan putri.” kata Rino sembari menyerahkan kotak beludru kepada Risa. ”Ayo bukalah dan lihat isinya baik-baik.” lanjut Rino. Risa membuka kotak tersebut dan sedetik kemudian ia tersenyum beserta keluarnya kristal bening tanda kebahagiaan dari kedua manik matanya. Ia merasa sangat bahagia skarang. Kemudian ia kembali memluk Rino yang dibalas dengan pelukan yang erat namun sarat akan kasih sayang oleh Rino.
Tak terasa jam sudah menunjukkan puluk 4 sore. ”hei bagaimana kalau kita pulang, bukankah nanti malam adalah pesta ulang tahunmu sayang?” kata Rino. ”oh iya sampai lupa, ayo kita pulang. Nanti kau pasti akan datang kan?” balas Risa. ”Tentu saja aku akan datang. Bagaimana bisa aku melewatkan hari bahagia bagimu my baby.” kalimat yang terlontar dari Rino tersebut membuat pipi Risa kembali memerah. ”Sudahlah ayo kita pulang agar kau bisa bersiap-siap untuk nanti malam. Oh iya ini satu liontin untukmu dan yang satunya lagi untukku.” lanjut Rino sambil menyerahkan satu liontin angsa tersebut. ”pakailah nanti saat pesta berlangsung. Akupun akan memakai punyaku. Agar semua orang tahu kalau kau milikku dan angsa ini akan menjaga dan melambangkan inta kita berdua.” lanjut Rino lagi. Dan merekapaun meninggalkan tempat yang telah mempersatukan mereka untuk segera bersiap-siap untuk pesta ulang tahunRisa nanti malam.
#SKIP TIME#
Malamnya Rumah Risa telah dipenuhi oleh tamu undangan yang kebanyakkan adalah teman-teman sekolah Risa. Risa sangat gelisah karena orang yang ia tunggu belum juga datang. Ia hanya meberikan senyum singkat pada teman-teman yang menyapanya selebihnya ia hanya mondar-mandir menanti kehadiran Rino, sang kekasih sambil menggenggam liontin angsa yang sekarang telah melingkar dengan indahnya di leher jenjang Risa.
Ia segera melihat kearah pintu masuk saat dirasanya ada seseorang yang datang dari arah pintu tersebut. Senyum yang tadi menghilang kini telah kembali menghiasi wajah cantiknya yang kini dibaluti dengan makeup natural yang lebih menampilkan kesan manisnya saat melihat orang yang telah ditunggunya sejak tadi telah datang dengan membawa sebuket bunga dengan mengenakan stelan jas yang sangat cocok di tubuhnya dan memberikan kesan tampan dan dewasa melekat padanya. Ia merentangkan kedua tangannya seakan menyambut gadisnya itu untuk menuju ke pelukannya. Tanpa pikir panjang Risa berlari menuju Rino dan langsung menghambur ke pelukannya. Semua tamu yang melihat hal tersebut smpat shock namun sedetik kemudian merekan senyum yang menandakan bahwa mereka ikut merasakan bahagia.
hei... apa sebegitu rindunya kau padaku sampai-sampai tak mau lepas dari pelukanku? Apakah kau akan lepas saat tamu-tamu ini sudah pulang heumm?” Bisik Rino pada telinga Risa. Risa yang mendengar hal itu langsung melepaska pelukannya pada Rino dab tersenyum canggung melihat semua perhatian tamu terpusat kepada mereka berdua. ”hehehe...” ia hanya bisa tersenyum canggung menyadari hal tersebut kemudian menarik tangan Rino agar mengikutinya ke arah kue ulang tahun dan bersiap untuk membuka acaranya malam ini.
Malam pun semakin larut dan para tamu pun satu persatu mulai meninggalkan rumah Risa untuk pulang ke rumah masing-masing. Pesta hari ini berjalan lancar. Selain untuk memperingati hari unlang tahunnya pesta ini pun dilakukan untuk peresmian ia sebagai kekasih dari sahabat kecilnya yaitu Rino. Terlihat rumah Risa mulai sepi karena tamu sudah pulang semua dan hanya menyisakan dua orang remaja yang duduk berdampingan di bangku taman dengan kepala menengadah ke langit seakan bintang malam ini terlihat sangat indah di mata mereka.
hei kamu bisa lihat bintang yang bersinar terang disana?” tanya Rino tiba-tiba. ”iya memangnya kenapa dengan bintang itu?” kata Risa balik bertanya kepada Rino. ”bintang itu sangat kuat sampai bisa memancarkan cahaya seterang itu dan aku berharap cinta kita seterang sinar bintang itu.”. ”mangapa begitu?” tanya Risa lagi. ”ya karena jika cinta kita seterang sinar bintang itu berarti cinta kita sangatlah kuat dan mungkin saja lebih kuat ya kan?”. ”iya.” kata Rosa sambil menyandarkan kepalanya di dada bidang Rino. Mereka kembali terdiam menatap langit. Tanpa mereka sadari kalung yang mereka pakai bersinar seakan-akan semakin mempersatukan cinta mereka berdua...

to Be continued......

PREVIEW CHAPTER DEPAN (END)
kenapa harus begitu? Apa kau rela meninggalkanku disini?”
maaf tapi aku janji aakan secepatnya kembali kepadamu, tolong percayalah padaku.”
baiklah cepatlah kembali dan bawa liontin ini sebagai penjagamu disana.”

maaf tuan aku tidak pernah mengenalmu sebelumnya..”
secepat itukah kau melupakanku dan cinta kita?”




hah akhirnya chap 1 selesai... chap 2 ato terakhir lagi progress nih do'ain aja semoga bisa cepet update ya... jgan lupa Like n comment oke ^_^

No comments:

Post a Comment